Ubuntu Repository: Total Packages and Sizes

Long time ago, I made a chart that shows Ubuntu Repositories’ size over several releases. At that time, there were only 6 releases and 1 release that was still being worked on. Fast forward almost 6 years later, now we have 18 Ubuntu releases, yay! How does that chart look like now?

Well, here we go! I just made some new charts!

Ubuntu Releases - Packages and SIzes

The full charts can be seen at http://fajran.github.io/vis-ubuntu-pkg/

As you can see, the repositories are constantly growing. Ubuntu starts with about 8 GB of packages and now it has more than 50 GB. The number of packages is also growing from just over 12.5 thousands and now it almost three times larger.

How did I count the numbers? I took the package index files (a.k.a. Packages file) and counted the number of packages inside. I also summed the size of each packages to get the size of the repository. The files are from the at-release repository which means I excluded the -updates and -security repositories. The at-release repository is presumably frozen and therefore the size won’t change anymore, where the latest two repositories are for the updates, which by definition are always updated. Well.. except when the release is not supported anymore.

I put all of the codes I wrote and use in my GitHub repository https://github.com/fajran/vis-ubuntu-pkg. Feel free to check, modify, and update it. I release the whole thing as public domain!

GitHub emang keren

Sepertinya saya benar-benar hanya akan menggunakan GitHub untuk menampung seluruh proyek iseng-iseng saya. Rasanya memang benar http://whygitisbetterthanx.com/ menuliskan GitHub sebagai salah satu alasan mengapa Git itu lebih baik =D

Selain GitHub, saya juga punya bbrp proyek di Google Code (misalnya Daluang) dan di Launchpad (misalnya Sedot). Awalnya saya memakai Google Code karena, kalau tidak salah, saat itu public source code hosting tuk open source project yang enak dan mudah dipakai itu hanya Google Code. SourceForge itu terlalu ribet, terlalu bertele-tele, dan terlalu besar. Namun ada satu hal yang tidak saya sukai dari Google Code, yaitu karena hanya mendukung Subversion sedangkan saya sudah mulai meninggalkan centralized version control system seperti Subversion. Yaya.. baru-baru ini Google Code juga mendukung Mercurial jadi mungkin saya akan meliriknya kembali.

Lalu.. Launchpad. Salah satu alasan saya tuk memakainya adalah karena Bazaar dan mungkin Karma hehehe.. Yang kurang enak dari Launchpad adalah perjalanan dari halaman muka proyek ke peramban kode sumber yang terlalu ribet. Selain itu, tidak ada Wiki! jadi susah kalau mau nulis macem2. Terlepas dari hal-hal ini, Launchpad sudah cukup nyaman dipakai.

Awalnya saya juga kurang puas dengan GitHub karena GitHub tidak memiliki fasilitas ticketing. Namun, baru-baru ini akhirnya GitHub memiliki fasilitas ini! Komplit sudah apa yang kira-kira saya butuhkan. Selain itu, ternyata github juga punya hal lain yg tidak kalah keren, yaitu GitHub Pages yang memungkinkan kita tuk membuat halaman web untuk proyek yg kita punya, walaupun hanya dalam bentuk berkas HTML murni saja. Sebenernya saya masih agak-agak kurang sreg dengan cara yg dipakai untuk meletakkan berkas-berkas HTML ini, yaitu dg membuat sebuah cabang khusus. Saya agak-agak merasa bahwa cabang ini kok rasanya tidak cocok tuk menjadi bagian dari repositori proyek. Tapi hal ini bisa sangat diperdebatkan.

Jadi intinya, pakailah distributed vcs =P

Oya, mengapa saya tiba2 nulis ini? karena saya baru aja memakai fasilitas GitHub Pages ini.. hehhe.. silakan cek http://fajran.github.com/luaspot/.