Setelah 5 tahun..

Ngga sengaja barusan baca tulisan yg saya buat sekitar 5 tahun yang lalu. Isinya adalah daftar “mainan” yang ada di UvA, lebih tepatnya di grup Computational Science. Setelah 5 tahun, inilah yang terjadi antara saya dan mereka 😀

  • CAVE Automatic Virtual Environment
    Sempet masuk dan nyoba selagi kuliah Scientific Visualization
  • Distributed Real-time Interactive Virtual Environment
    Mesin ini ternyata udah super jadul sehingga ngga pernah dinyalain lagi di lab. Sekarang nasibnya sudah dipretelin dan dibuang. Gosipnya, LCD projector yg dipake itu dulu harganya (setara dengan) bbrp puluh ribu euro.
  • The Personal Space Station
    Yang ini jg tergeletak begitu saja di lab, ngga pernah dipake lagi. Di bagian atas mesin ada kotak gede yang ternyata isinya adalah sebuah PC dan monitor CRT! Tampilan monitor lalu dipantulkan oleh cermin di bawahnya sehingga tampilannya bisa kita lihat. Yaa semacam yang dipake oleh ding-dong gitu lah. Kalo sekarang, LCD monitor tipis plus kompi kecil semacam MacMini pun cukup kali ya? xD
  • Multitouch Table
    Nah yang ini sempet jadi mainan pribadi selama sekitar 2-3 tahun 😛
  • WiVR: a Window into Virtual Reality
    Si tablet PC sepertinya sempet dipake sehari2 oleh supervisor saya dulu. Si (boneka) kucing tergeletak di lemari lab. Si toples entah ada di mana. Saya ngga pernah ngeliat mereka bertiga main2 bersama 😛 Eksperimen apa ini? Schrödinger’s cat! Ini ceritanya mau ngeliat apakah si kucing masih hidup atau ngga tanpa ngebuka toples dengan melakukan X-Ray-X-Ray-an. Eh X-Ray-nya beneran deng. Cuma tuk ngeliatnya, si gambar mesti lalu lalang ke sana kemarin melintasi pulau dan negara tuk akhirnya nyampe di si tablet dari sebuah computer cluster entah di mana xD

Gabung jadi satu

Hampir 4 tahun yang lalu saya memotong2 blog saya ini menjadi blog ngoprek dan blog “lain-lain”. Lalu isi dari halaman ini saya bekukan supaya tulisan lama masih tetap ada namun hanya untuk dilihat saja.

Entah kesambet apa bbrp hari yang lalu, saya memutuskan untuk menggabungkan semuanya menjadi satu lagi 😀 Semua tulisan dari blog pecahan sudah saya masukkan lagi ke blog yang ini. Semua URL yang menuju blog pecahan (mudah2an) juga sudah saya atur sedemikian rupa supaya bisa menunjuk ke blog ini. Mengapa? karena Cool URIs don’t change 😛 Euh, jadi inget dulu pas melakukan migrasi pertama dari bBlog (sudah tewas ternyata) ke Drupal xD

Selamat menikmati 😛

~

Pertama: Amsterdam West, September 2007 – Juli 2008

Jatah dari kampus tuk para pendatang baru. Gedung apartemen berupa susunan kotak kontainer bercat putih dengan kaca warna-warni. Terletak persis di sebelah kanal dan sebuah kapal pesiar yang disulap jadi asrama mahasiswa xD

Kedua: Amsterdam Oost, September 2008 – April 2010

Ini juga jatah dari kampus yang didapat dengan harap-harap cemas karena jatah yang terbatas. Gedung apartemen tua yang juga dilengkapi dengan fasilitas tikus xD Walau begitu, lokasi sangat dekat dengan kampus dan harganya juga harga mahasiswa.

Ketiga: Diemen Centrum, Agustus 2010 – Juni 2011

Tempat pertama yang didapat dari agen rumah. Gedung lumayan baru, mungkin dari sekitar awal tahun 2000 *sotoy* sehingga semuanya masih bersih dan kinclong. Lokasi ada di daerah kecil bukan Amsterdam yang berada tepat di sebelah Amsterdam. Kalau Amsterdam itu Cirebon, Diemen ini mungkin Kuningan. Walau “di luar kota”, untungnya jarak ke kampus masih deket sekitar 3 km saja 😀

Keempat: Amsterdam Nieuw-West, Mei/Juni 2011 – …

Dari Barat Laut, lalu ke Timur, lalu ke Tenggara agak Utara sedikit, selanjutnya pindah lagi ke daerah Barat. Tempat yg ini belum pernah ditempati jadi belum tau suasananya seperti apa. Dari pengamatan sebentar, lokasi cukup enak karena persis di depan pusat belanja dengan 3 supermarket hohoho.. kantor pemda, rumah sakit, toko kelontong, obat2an/peralatan mandi, toko daging halal, toko kebab sampe resto indonesia juga gak jauh dari rumah. Stasiun kereta dan metro kira2 bisa dicapai dengan 10 menit jalan kaki.

Satu hal yang membedakan tempat ini dengan 3 tempat sebelumnya adalah apartemen ini tidak hadir dengan isinya. *siap2 jadi tukang cat dan pasang lantai*

Mengukur jarak

Buat yg ngga punya penggaris tuk ngukur jarak antara dua tempat, mari kita manfaatkan google maps untuk melakukannya 😀 pertama2.. install linux^W^W buka browser dan lalu buka google maps

Setidaknya ada 2 cara untuk nyari tau jarak, yang pertama adalah dg make fasilitas pencari arah alias get direction. Masukkan dua tempat yang ingin dicari tahu jaraknya lalu klik Get Direction. Kalau mau lebih bebas nentuin lokasi (baca: bisa milih lokasi scr visual dg klik/drag/drop), masukin aja lokasi yg sama untuk kedua isian tempat.

Kalau udah, drag icon A dan B di peta ke 2 tempat yg diinginkan. Jangan lupa pilih Walking agar pencarian jalan ngga harus ngikutin arah jalur yg ada. Kalau sudah, akan ada daftar Suggested Routes yg juga menampilkan jarak antara dua tempat yg dipilih.

Kalau mau bikin rute sendiri, garis rute biru yg ada juga bisa pilih-titik-di-rute lalu klik-dan-geser ke lokasi lain.

Cara kedua adalah dg memanfaatkan fitur eksperimental yg ada di google maps labs.

Nyalain fitur Distance Measurement Tool

Kalau sudah, nanti di bagian kiri bawah layar peta akan ada icon penggaris yg kalau diklik akan memunculkan Distance Measurement Tool untuk mencari tahu jarak

Klik titik-titik pada peta untuk membuat rute. Nanti google maps akan scr otomatis menampilkan jarak rute tsb.

Dengan demikian anda telah menghemat uang untuk membeli penggaris^W meteran xD

Setelah lulus sekolah di Belanda..

.. kalau mau dan butuh, dokumen seperti ijazah bisa dilegalisir agar (mungkin) “semakin diakui”. Legalisir ini mungkin perlu andai mau nerusin kerjaan di dunia akademis, tapi entahlah ini jg cuma kira2 aja hehe..

Berhubung ngga ada salahnya dan gak ada ruginya (err.. tetep perlu keluar uang yg ngga sedikit sih), saya memutuskan untuk melegalisir ijazah saya. Setelah tanya teman dan baca petunjuk di website organisasi terkait, saya harus ke tiga tempat untuk melegalisir ijazah saya, yaitu IB-Groep di Groningen, Departemen Luar Negeri Belanda di Den Haag, dan ke KBRI yang juga di Den Haag.

Sebelum datang ke IB-Groep, saya perlu mengirim salinan dokumen yang mau dilegalisir ke mereka, bisa via surat, fax, maupun email. Mereka akan mengecek dulu apakah dokumen tsb bisa dilegalisir atau tidak. Setelah mendapat konfirmasi, baru kita bisa datang ke kantor mereka sambil membawa dokumen aslinya. Sebenarnya mereka juga menerima pengiriman dokumen melalui surat, namun datang dibawa langsung sepertinya lebih baik. Dengan kata lain, saya akan ke Groningen.

Groningen berada di Belanda bagian utara, sejauh 2.5 jam perjalanan naik kereta dari Amsterdam. Hari Rabu kemarin, saya berangkat jam 9 pagi demi mendapatkan diskon karcis sebesar 40% sehingga saya cukup perlu bayar sekitar 25 euro saja. Berhubung saya jg mau ke Den Haag, saya membeli tiket sehari penuh bebas ke mana saja di Belanda seharga sekitar 26 euro, sudah dipotong diskon. Perjalanan ternyata tidak begitu lancar berhubung kereta pertama yg perlu saya naiki telat sekitar 20 menit ditambah salah milih kereta sehingga perjalanan jadi mundur 1 jam -_-

Sampe di Groningen jam 12 lewat, saya lgs ke kantor IB-Groep yg ngga begitu jauh dari stasiun, sekitar 10 menit jalan kaki. Ternyata kantor IBGroup itu kecil dan cukup terpencil sampe2 agak susah nyari pintu masuknya, petugas yg terlihat di sana jg paling cuma 2 atau 3 orang. Saya serahkan ijazah saya dan tidak sampai 10 menit kemudian legalisir tahap pertama ini selesai. Saya jg perlu bayar 6 euro tuk “minta cap” di IBGroep ini.

Sebelum pulang, saya diberi petunjuk ke mana saya harua pergi selanjutnya, yaitu ke Deplu Belanda. Ternyata e ternyata, setelah saya baca, bagian legalisir di Deplu Belanda cuma buka sampe jam 12.30 -_- batal deh ke Den Haag hari itu. Besok2 lagi deh..

Hari Jumat ini saya menyempatkan waktu lagi tuk ngurusin legalisir setelah hr Kamis kemarin ngga bisa krn harus nunggu kiriman dokumen penting =D berangkat jam 9 lewat dan sampe di tujuan sekitar jam 10.30. Nomor antrian menunjukkan saya harus nunggu 8 org di depan. Ngga nyampe 10 mnt kemudian, nomor saya dipanggil dan lalu saya menyerahkan ijazah saya tuk dilegalisir. Biaya “cap” di sini ternyata 10 euro per lembar. Saya diberi tahu bahwa dalam stengah jam, dokumen saya akan siap dan tunggu panggilan. Sekitar dua puluh menit kemudian nomor saya dipanggil. Saya ambil ijazah saya dan lalu pergi ke KBRI.

Bagi yang ingin melegalisir di Deplu Belanda, sebaiknya dokumen sudah diserahkan sbelum jam 11.30 karena mereka bisa menjanjikan legalisir akan selesai dalam 30 menit. Jika lewat dr jam 11.30, maka dokumen bisa (harus?) diambil keesokan hari. Kira2 begitu informasi yg tertulis di sana.

Sekitar jam 11.30 saya sampai di KBRI. Lgs disambut dg bunyi bel di depan pintu yg menandakan kunci pintu sudah dibukakan dari dalam hehe.. Saya tanya ke petugas di depan kalau mau legalisir mesti ke mana dan dijawab dg “tanya aja di dalam” -_ya sudah saya masuk dan naik ke lantai satu, tempat dulu saya ganti alamat di paspor. Di lantai atas memang ternyata ada loket tuk urusan legalisir. Baguslah berarti gak nyasar hehe.. Ngurusin legalisir di KBRI ini ngabisin waktu sekitar 15 menit dan biayanya 20 euro per lembar, duh makin mahal lagi -_– Setelah semua beres, akhirnya saya pulang dg membawa ijazah yg sudah mendapat 3 buah cap legalisir dr 3 tempat berbeda.

Sbg rangkuman, kalau mau melegalisir dokumen sekolah di Belanda, tahapannya adalah sbg berikut:

  1. Kirim salinan dokumen yg mau dilegalisir ke IB-Groep via surat, fax, atau email dan tunggu konfirmasi dr mereka
  2. Setelah dapet konfirmasi dari IB-Groep, datang ke kantornya di Groningen sebelum jam 16.00 dg membawa dokumen aslinya. Ada biaya 6 euro tuk setiap dokumen yg ada. Alamat: Steenhouwerskade 10, 9718 DA Groningen
  3. Datang ke Deplu Belanda (Ministrie van Buitenlandse Zaken) di Den Haag sbelum jam 11.30. Biaya legalisir sebesar 10 euro per dokumen. Alamat: Bezuidenhoutseweg 67, Den Haag
  4. Datang ke KBRI ke bagian konsuler di lantai satu. Biaya legalisir 20 euro per dokumen asli. Alamat: Tobias Asserlaan 8 2517 KC Den Haag