Awesome edition

Baru aja ngebaca sebuah artikel di Coding Horror. Biasanya cuma ngeliat judulnya soale.. dan ternyata ada kalimat menarik tertulis di sana.

Open source software only comes in one edition: awesome.

Jadi ceritanya artikel tsb ngomongin ttg segmentasi pasar yg dilakukan oleh vendor software maupun sebuah layanan di internet. Segmentasi ini lalu berpengaruh terhadap ongkos yang harus dikeluarkan oleh customer. Muncul juga anggapan bahwa segmentasi dilakukan tuk membedakan mana customer kaya dan mana customer miskin, karena ujung2nya juga ke harga.. hehehe..

Oh ya, lanjutan kalimat di atas adalah paragraf berikut ini.

The money is irrelevant; the expensive resource here is my brain. If I choose open source, I don’t have to think about licensing, feature matrices, or recurring billing. I know, I know, we don’t use software that costs money here, but I’d almost be willing to pay for the privilege of not having to think about that stuff ever again.

Ya, open source software sebagian besar (atau semua?) tidak mengutip biaya terhadap lisensi. Walau hal ini tidak berarti setiap pengguna solusi open source pasti tidak akan mengeluarkan uang sepeserpun. Distribusi, dukungan setelah penjualan, dan lain-lain masih bisa berarti harus mengeluarkan uang. Pak Rusmanto dari InfoLinux baru-baru ini juga mencontohkan sebuah skema biaya yang diperlukan untuk mendapatkan dan menggunakan sebuah produk open source, yaitu BlankOn. Silakan lihat langsung di arsip milis BlankOn.

Oh ya, sebagai penutup, coba lihat video berikut =))

Leave a Reply