Otentikasi, autentikasi, authentifikasi, …

Mana yang benar?

Pas jaman SD (apa SMP?) saat belajar IPS (atau Sejarah) saya punya sebuah kata yang rasanya kok teringat terus sampe sekarang, yaitu otentik. Dokumen otentik, bukti otentik, atau apalah yang otentik yang jelas saat itu sedang ngomongin teks proklamasi.

Kata otentik ini kalau diterjemahkan menjadi bahasa inggris akan menjadi kata authentic bener tidak? Dengan kata lain, kata authentic diterjemahkan menjadi otentik. Seharusnya begitupula dengan sodaranya authentication yang menjadi otentikasi. Berarti, bukan autentikasi dong?

Ada satu kata yang sering saya temui di milis atau forum yang berbau teknis, yaitu kata authentifikasi. Berasal dari kata authentification kah? Loh tapi kok kata tersebut digarisbawahi oleh firefox? ternyata sepertinya dalam bahasa inggris tidak ada kata tersebut. Kalau dicek di kamus online, halaman kata authentification ini lgs dialihkan ke halaman kata authentication. Selidik punya selidik, ternyata authentification itu adalah bahasa perancis dari authentication 😀

Jadi, kalau mau ngira2 secara maksa, orang yang menggunakan kata authentifikasi ini berusaha mengawinkan (namun sayang tidak komplit) kata authentification dengan kata lainnya yang mengalami penyerapan -tion menjadi -si, misalnya action jadi aksi (kalo di belanda jadi actie sih.. ngomongnya jg sangat mirip dg aksi). Untung aja nation tidak diserap kaya begitu, bisa jadi nasi nantinya.. Hehhee.. Kok perkawinan tidak komplit? soalnya awalannya tidak dibuat seperti otentik sehingga menjadi otentifikasi.

Kembali ke kata otentik, kalau saya cek di KBBI Daring ternyata kata tersebut “dialihkan” ke kata autentik.

oten·tik /oténtik/ ? autentik

Dimana kata autentik tersebut berarti seperti berikut.

au·ten·tik /auténtik/ a 1 dapat dipercaya; 2 asli; tulen; 3 sah

Jadi, apakah yang benar itu autentik? Termasuk juga autentikasi dong?

Apakah auth itu diserap menjadi ot? atau menjadi aut? authorization menjadi otorisasi atau autorisasi? Bagiamana dengan kata otoriter? Menurut Google Translate, kata tersebut diterjemahkan menjadi authoritarian dalam bahasa inggris. Lalu.. automatic itu otomatis kan? bukan automatis.

Ah saya pusing.

Entah apakah saya juga benar dalam mengira2 proses penyerapan ini. Saya juga bukan pakar bahasa. Bahasa inggris saya jg masih.. err.. ya begitu deh.. Mohon dikoreksi..

16 thoughts on “Otentikasi, autentikasi, authentifikasi, …”

  1. dulu sih kan diajarinnya “au” -> “o”. gak tau deh sekarang maunya gimana.

    liat aja “november” -> “nopember”, etc.

    emang sih yg namanya bahasa itu berevolusi, tapi kok kyknya Bahasa Indonesia itu mengalami kemunduran, ketimbang kemajuan. kalau dipikir2 lagi, bahasa itu memang cermin budaya… budaya yg suka berubah secara acak.

  2. Setau gw juga “au” itu emang jadi “o”. Makanya gw tadi rada2 kaget kok di KBBI daring seolah2 yg benar itu autentik dibanding otentik. Tapi kata2 lain yg gw sebut di atas, menurut KBBI Daring benar pake “o” dan bukan “au”: otorisasi, otomatis, otoriter. Cuma autentik aja yg rada2 ngebuat gw bingung.

    Nopember itu di mana Ham? menurut KBBI Daring yang benar itu memang November.

  3. Gue inget waktu belajar buat SPMB bhs Indonesia. kata dasar “aktif” akan mengalami perubahan huruf kalau ada akhiran “itas” –> “aktivitas” =D

  4. rada2 berantakan emang kata-kata bahasa kita. udah campur aduk sama inggris, belanda, arab, sansekerta, spanyol / portugis, melayu, apalagi yah?

  5. brapa waktu yang lalu ada yg ngeluarin kalo “Nopember”, “Pebruari” dkk itu standar penulisan yang bener. a load of BS of course. tapi kyknya skrg udah direverse lagi keputusannya. tapi gak tau deh.

  6. @nopember
    Kayaknya yang bener november. (cek KBBI dan locale data glibc)
    Cuma masih ada yang pakai nopember secara resmi kayak ITS, Windows dan WordPress.

  7. imho pas SMA dulu, penyerapan kata asing ke dalam Bahasa Indonesia mengikuti pengucapan kata tersebut, contoh paling jelas:

    Interview –> interviu

    Kalau mengacu hal tersebut, maka kata authentification menjadi autentifikasi.

    Peraturan berikutnya adalah sebisa mungkin mengikuti tulisan bahasa asing tersebut.

    Active –> aktif
    Activation –> Aktivasi

    Aneh? emang. Nah, Bahasa Indonesia memiliki peraturan mengenai pembentukan kata, termasuk formasi konsonan dan vokal yang sayangnya waktu itu gak diajarin di SMU gw, cuma gw pernah baca sekali bukunya di perpus dan ud lupa.

    Pengaturan kata “w” diubah menjadi “ua” juga tidak berlaku semua. Sementara kata “nuansa” dan “suara” menjadi “ua”, “jadwal” tidak berubah. Biar gak bingung, anggap aja irreguler verb-nya Bahasa Inggris.

    Kata-kata serapan yang telah menjadi bahasa sehari-hari dinaturalisasi menjadi Bahasa Indonesia dan itu ada aturannya.

    Nah, secara resmi, Bahasa Indonesia ada 3 jenis ragam bahasa yang diakui:
    1. Ragam bahasa beku
    2. Ragam bahasa baku
    3. Ragam bahasa lisan

    Jadi, sebenarnya Bahasa Indonesia tidak sesederhana yang kita kira. Kita hanya tidak benar-benar mempelajarinya sehingga Bahasa Indonesia terdengar lebih sederhana dibandingkan Bahasa Inggris yang sudah punya jenis-jenis tensis.

  8. Kalo dari KBBI edisi cetak terbitan Gitamedia Press, gak ada “otentik”, tapi yang ada “autentik”… Ini kamus tau terbitan jaman Pak Harto, 98-an..

  9. Di bagian belakang KBBI versi cetak ada beberapa halaman yang isinya kaidah penulisan kata serapan. Itu kaidah resmi dari Pusat Bahasa. Termasuk di situ juga kaidah untuk memilih versi bahasa mana yang didahulukan untuk diserap. Rujuk aja ke situ.

  10. @jepe: gw mungkin lebih yakin kalo aktif itu berasal dari actief dalam bahasa belanda dan aktivitas dari activity dalam bhs inggris. Seperti kreatif dan kreativitas yang dibahas di http://ronny.wordpress.com/2008/11/27/eat-your-own-creative-dog-food/

    Kalau mengacu hal tersebut, maka kata authentification menjadi autentifikasi.

    authentification itu bahasa perancis pak =D andai bhs perancis yg diturunkan ke bhs indo, ya jatohnya jadi otentifikasi atau authetifikasi andai mau pake “au”.

Comments are closed.