Kode pos di Belanda

Sebelum dimulai, saya mau ngasih tau dulu bahwa tulisan saja ini TIDAK DIJAMIN TEPAT karena hanya berupa hasil pengamatan semata dan belum dikonfirmasi dengan pihak2 terkait.

Setelah baca tulisan Narpati tentang penomoran rumah di amrik, saya jadi ingin sedikit cerita mengenai hasil pengamatan saya thd kode pos di Belanda.

Umumnya, yang ditulis pada alamat adalah nama jalan, nomor rumah, kode pos, dan kota. Contohnya alamat saya yang ada di Soendastraat 35-2 1094BE Amsterdam. Kode pos di sini memang terdiri dari angka dan huruf, tepatnya 4 buah angka dan 2 buah huruf. Empat buah angka di situ sepertinya menunjuk ke sebuah kawasan tertentu sedangkan 2 huruf sisanya menunjuk ke sebuah jalan di kawasan tersebut. Ya! Kode pos sudah cukup untuk menunjuk ke sebuah jalan yang unik di Belanda!

Jadi, sebenarnya yang dibutuhkan untuk mengirim surat hanyalah kode pos dan nomor rumah saja =) Di website pak pos belanda juga tersedia fasilitas konversi antara kode pos dan nama jalan.

Mana yang lebih diperhatikan oleh tukang pos, nama jalan atau kode pos? Sepertinya kode pos lebih diperhatikan. Saya pernah menerima surat nyasar yang masuk kotak surat di rumah saya. Setelah saya perhatikan alamatnya, kode pos yang tertulis itu adalah kode pos saya sedangkan nama jalannya bukan! Kesimpulannya adalah jangan pernah salah menulis kode pos!

Informasi sakti dalam kode pos ini sudah digunakan dalam berbagai keperluan. Misalnya jika ingin mencari rute transportasi umum, saya cukup memasukkan kode pos rumah saya dan kode pos tujuan. Atau misalnya saya ingin mencari tahu berapa kecepatan maksimum sebuah ISP tertentu yang bisa saya ambil, hanya kode pos dan nomor rumahlah yang dibutuhkan.

Jadi sekali lagi, jangan pernah salah sebut atau tulis kode pos! ya iya lah ya? ehehe..

8 thoughts on “Kode pos di Belanda”

  1. kalau di indo gimana yah?
    mengingat bisa banyak nama2 gang baru bermunculan tanpa kejelasan status terdaftarnya secara administrasi :p

  2. Di Indonesia, kalau cuma bermunculan gang baru mah masih gak apa-apa. Tapi abis itu satu rumah diperebutkan dan akhirnya dibagi jadi dua. Jadilah rumah no “19” menjadi “19A” dan “19B”. Kemudian ganti pejabat, aturan penomoran diubah. Misalnya yang tadinya nomer D4 berubah menjadi nomer 9.

  3. Oh yah.. masih tentang di Indonesia. Tentang gang-gang sempit, kalau punya teman di jalan-jalan sempit dan ingin berkirim surat, jangan lupakan RT dan RW.

  4. oo … pantasan pola penomoran rumah dan jalan di Indonesia kaya gitu ya … jadi niru belanda punya ya …

    tapi … kasihan juga yang salah tulis / ketik kode pos…

    tapi … di Indonesia memang berantakan sih … di sekitar rumah saya (di Riau), yang nomor 25 ajah ada di lebih dari 2 titik yang berjauhan … nomor rumah saya 25B, tapi 800an meter lainnya ada juga yang nomornya 25 …

Comments are closed.